Kunjungan Kerja Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bersama Menteri Transmigrasi ke kabupaten Sumba Timur

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Kartanagara, melakukan kunjungan kerja ke PT. Muria Sumba Manis (PT. MSM)

Foto : Kunjungan Kerja Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bersama Menteri Transmigrasi ke kabupaten Sumba Timur


Sumba Timur, 19 Agustus 2025 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Kartanagara, melakukan kunjungan kerja ke PT. Muria Sumba Manis (PT. MSM), perusahaan agroindustri berbasis tebu yang beroperasi di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kontribusi sektor industri terhadap pembangunan kawasan, khususnya dalam mendukung program transmigrasi terpadu, swasembada gula nasional, serta peningkatan infrastruktur wilayah terpencil dan perbatasan.

Dalam Kunjungan Kerja Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bersama Menteri Transmigrasi juga didampingi oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol (Purn) Drs. Johni Asadoma, S.I.K., M.Hum, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.Ap., Forkopimda, para asisten pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Menko AHY menyampaikan apresiasi atas peran PT. MSM sebagai contoh nyata industri yang mendukung program swasembada gula nasional dan pembangunan wilayah timur Indonesia.

“Kita ingin pembangunan di kawasan timur tidak hanya berjalan, tetapi melompat maju. PT. MSM memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produksi gula dalam negeri,” ujar AHY.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Kartanagara, menegaskan pentingnya sinergi antara program transmigrasi, sektor industri, dan target swasembada pangan.

 “Kami mendorong kawasan transmigrasi menjadi sentra pertumbuhan baru, termasuk dalam mendukung program swasembada gula. PT. MSM menjadi model integrasi antara transmigrasi, industri, dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap inisiatif nasional di sektor pangan dan industri.

“NTT memiliki potensi besar untuk mendukung swasembada gula. Dengan kolaborasi lintas sektor, kami optimis Sumba Timur bisa menjadi lumbung industri gula di Indonesia Timur,” ucapnya.

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., menyampaikan bahwa keberadaan PT. MSM telah memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan infrastruktur.

“Kami berharap investasi yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan seperti ini terus berkembang, sehingga masyarakat Sumba Timur dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sumba Timur juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi daerahnya, yaitu tingginya angka kemiskinan yang membutuhkan perhatian bersama.

 “Sumba Timur masih menghadapi tantangan serius dalam hal kemiskinan. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat dalam mendorong investasi yang inklusif dan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa,” tegasnya.

Setelah melakukan peninjauan ke fasilitas produksi PT. MSM dan ikutserta dalam kegiatan panen, rombongan kementerian melanjutkan kunjungan kerja ke Rumah Tenun Ikat Sumba Haumara. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para perajin tenun ikat tradisional Sumba.

Di Rumah Tenun Haumara, Menko AHY dan Menteri Transmigrasi menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Tenun ikat bukan hanya warisan budaya, tapi juga aset ekonomi. Kita harus dorong agar produk seperti ini bisa menembus pasar nasional dan internasional,” ujar Menko AHY.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pembangunan kawasan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan industri besar, tetapi juga harus memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan kearifan lokal.

LINK TERKAIT